Selasa, 11 Agustus 2015

matematika BILANGAN RIIL teorema 1 dan 2

Sifat-Sifat Aljabar pada R
Pada himpunan R dari bilangan-bilangan riil terdapat dua operasi biner yang dilambangkan dengan + dan . dimana masing-masing disebut penjumlahan dan perkalian. Operasi-operasi itu memenuhi sifat-sifat sebagai berikut:
(A1) (sifat komutatif pad penjumlahan)
a + b = b + a, untuk setiap a, b di R
(A2) (sifat asosiatif pada  penjumlahan)
(a + b) + c = a + (b + c), untuk setiap a, b, c di R
(A3) (keberadaan/eksistensi sebuah elemen nol)
Terdapat sebauh elemen 0 di R sedemikian hingga 0 + a = a dan a + 0 = a, untuk setiap a di R
(A4) (keberadaan/eksistensi elemen negatif)
Untuk setiap a di R terdapat sebuah elemen – a di R 
sedemikian hingga a + (-a) = 0 dan (-a) + a = 0
Sifat-Sifat Aljabar pada R
(M1) (sifat komutatif dari perkalian) a.b = b.a, untuk setiap a, b di R
(M2) (sifat asosiatif dari perkalian)
(a.b).c = a.(b.c), untuk setiap a, b, c di R
(M3) (keberadaan/eksistensi sebauh elemen satuan)
Terdapat sebuah elemen 1 di R yang berbeda dengan 0
sedemikian hingga 1.a = a dan a.1 = a
(M4) (keberadaan/eksistensi elemen kebalikan pada perkalian)
untuk setiap a ¹ 0 di R terdapat sebuah elemen 1/a di R
 sedemikian hingga a. 1/a = 1 dan 1/a .a = 1
(D1) (sifat distributif kiri dari perkalian terhadap penjumlahan)
a.(b + c) = (a.b) + (a.c), untuk setiap a, b, c di R
(D2) (sifat distributif kanan dari perkalian  terhadap penjumlahan)
(b + c).a = (b.a) + (c.a), untuk setiap a, b, c di R

Teorema I:
(a)    Jika z, a Î R
sedemikian hingga z + a = a, maka z = 0.  
(b) Jika u, b Î R dan b ¹ 0
      sedemikian hingga jika u.b = b, maka u = 1.
Bukti: Bagian (a)
Dari sifat (A4), a + (-a) = 0. Jika kedua ruas dari hipotesa
      z + a = a
ditambah (-a) diperoleh:
      (z + a) + (-a) = a + (-a)
      (z + a) + (-a) = 0 (A4)
      z + (a + (-a)) = 0 (A2)
                      z + 0 = 0                                (A4)
z = 0                                       (A3)
Bukti: Bagian (b)
Dari sifat (M4), b.1/b = 1. Jika kedua ruas dari hipotesa
      u.b = b
dikali 1/b diperoleh:
      (u.b).1/b = b.1/b 
      (u.b).1/b = 1       (M4)
      u.(b. 1/b) = 1      (M2)
               u.1 = 1          (M4)
                  u = 1          (M3)
Teorema II:
(a)    Jika a, b Î R
sedemikian hingga a + b = 0, maka b = -a.
(b) Jika a, b Î R dan a ¹ 0
      sedemikian hingga a.b = 1 maka b = 1/a
Bukti:Bagian (a)
Dari sifat (A3) dan (A4), yakni b = b + 0
dan a + (-a) = 0, maka diperoleh:
      b = b + 0                               (A3)
      b = b + (a + (-a))                (A4)
      b = (b + a) + -a                   (A2)
      b = (a + b) + -a                   (A1)
      b = 0 + -a                              (hipotesa)
      b = -a                                     (A3)
Jadi terbukti: jika a + b = 0 Þ b = -a.
Bukti:Bagian (b)
Dari sifat (M3) dan (M4), yakni b = b.1 dan a.1/a = 1, maka diperoleh:
      b = b.1                                  (M3)
      b = b.(a.1/a)                       (M4)
      b = (b.a).1/a                       (M2)
      b = (a.b).1/a                       (M1)
      b = 1.1/a                              (hipotesa)
      b = 1/a                                  (M3)
Jadi terbukti: a.b = 1 Þ b = 1/a.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar