PAPER
PERSAMAAN
DIFERENSIAL PARSIAL
(FOKKER-PLANCK EQUATION)
JURUSAN
MATEMATIKA
FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA
MALIK IBRAHIM
MALANG
2012
PERSAMAAN
FOKKER-PLANCK
Brownion Motion
Persamaan Fokker-Planck
(Kolmogorof Maju)
Asumsi
proses Fokker-Planck
1.
2.
3. Distribusi probabilitas partikel saat didefinisikan
Deret Taylor
Substitusikan
deret taylor pada persamaan (1), sehingga
untuk
asumsikan
1.
2.
untuk maka
Sehingga,
Misalkan 
Maka persamaan (2) menjadi:
BAB
I
PDP
ORDE SATU DENGAN NILAI AWAL UNTUK PERSAMAAN FOKKER-PLANCK

Untuk
PDP orde satu, maka diasumsikan
, sehingga
Selesaikan
persamaan (1)
Step
1 (cek kurva karakteristik)
Step
2 (integralkan)
Step 3 (asumsikan Laminer)
Step 4 (gabungkan step
2 dan 3)
dengan
nilai awal
maka
solusi umumnya adalah


Simulasi jika
, maka
Sehingga

karena Quoasi, maka
disumsikan
, sehingga persamaan tersebut menjadi:
Misalkan
, maka
initial
value =
, maka
Step 1 (cek kurva
karakteristik)
Hasil
integral (*)
Step 2 (lihat nilai
awal
) (**)
Gabung (*) dan
(**)

Solusi
umum untuk masalah nilai awal

artinya

Step 3 (waktu patah)
karena


Maka
jika
diskontinu atau
break di 

Gambar 2
Gerakan
Gelombang

Diasumsikan
,sehingga persamaan tersbut menjadi

Konstruksi Persamaan Monge Cone
pandang persamaan (1), misalkan
Maka,

Ingat bahwa

maka

Jadi, 
Sehingga
persamaan monge cone adalah

Solusi Nilai Awal PDP Orde Satu Non Linier
Diberikan PDP dan nilai awal

Step 1:

Step
2 (cek kurva
karakteristik)

Step
3 (solusi umum
melalui titik awal)
maka bersama dengan nilai awal


Chapter III
Second
Order PDE and Classification
1.
Bentuk Kanonik

Dari
persamaan Fokker-Planck diatas dapat diketahui bahwa tidak ada
sehingga
, maka persamaan tersebut tidak mempunyai bentuk
kanonik karena diskriminannya adalah nol, yaitu
2.
Metode Pemisahan
Variabel

Nilai awal : 
Nilai batas : 
Pilih
maka 
Masalah :
Bagaimana solusi masalah nilai batas?
Step 1 : Substitusi
permisalan diatas

Akibatnya 

Dengan pemisahan
variabel, maka diperoleh:
Misal :

Step 2 : Solusi untuk 

Dengan menggunakan
rumus abc maka diperoleh:

Kasus 1 :
jika 

artinya
akar-akarnya real dan berbeda, maka solusi umumnya adalah

Subtitusi
nilai batas 

artinya:

Kesimpulan
:
Tidak ada solusi karena 
Kasus 2 :
jika 

Artinya akar-akarnya
real dan berbeda, maka solusi umumnya adalah
Subtitusi nilai batas 

Artinya:

Kesimpulan:
Tidak ada solusi karena 
Kasus 3 :
jika 

Artinya akar-akarnya komplek dan berbeda, maka solusi umumnya
adalah

Subtitusi nilai batas 

Artinya,

Jika

Jadi solusi umum untuk
adalah

Catatan:
kesimpulan solusi umum di X

Step 3 : solusi untuk 

Solusi 
Sehingga
![]() |
