Teorema III:
Misalkan a, b Î R sembarang. Maka
(a) Persamaan
a + x = b mempunyai penyelesaian
tunggal x = (-a) +
b.
(b) Jika a ¹ 0, persamaan a.x = b
mempunyai penyelesaian tunggal x
= 1/a.b.
Bukti:Bagian (a)
Misalkan x = (-a) + b adalah
penyelesaian dari a + x = b, maka
a + x = a + ((-a) + b) (x = (-a) + b)
= (a + (-a)) + b (A2)
= 0 + b (A4)
= b (A3)
hal ini munjukkan bahwa x = (-a)
+ b merupakan penyelesaian dari a + x = b.
Bukti: (lanjutan Bagian (a))
Kemudian akan ditunjukkan
ketunggalan-nya, misalkan ada pemecahan lain x1 merupakan
penyelesaian dari a + x = b, yaitu: a +
x1 = b, maka diperoleh
x1 = x 1 + 0 (A3)
= x1 + (a + (-a)) (A4)
= (x1
+ a) + (-a) (A2)
= (a
+ x1) + (-a) (A1)
= b
+ (-a) (a + x1
= b)
=
(-a) + b (A1)
Karena x1 = (-a) + b,
hal ini menunjukkan bahwa x dan x1 adalah tunggal.
Bukti: Bagian (b)
Misalkan x = 1/a. b adalah
penyele-saian dari a.x = b, maka
a.x
= a.(1/a.b) (x =1/a.b)
= (a.1/a).b (M2)
= 1. b (M4)
= b (M3)
hal ini munjukkan bahwa x =1/a.b
merupakan penyelesaian dari a.x = b.
Bukti: (Lanjutan Bagian (b))
Kemudian akan ditunjukkan
ketung-galannya, misalkan ada pemecahan lain x2, yaitu a.x2
= b, maka dipero-leh
x2
= x2.1 (M3)
= x2.(a.1/a) (M4)
= (x2.a).1/a (M2)
= (a.x2).1/a (M1)
= b.1/a
(a.x1 = b)
= 1/a.b (M1)
Karena x2 = 1/a.b, hal
ini menunjuk-kan x dan x2 adalah tunggal.
Teorema IV: (Penggunaan Sifat
Distributif)
Misalkan a Î R sembarang, maka
(a) a.0 = 0
(b) (-1). a = -a
(c) -(-1) = 1
(d) (-1).(-1) = 1
Bukti: Bagian (a)
Dari sifat (M3), yakni a.1 = a.
Maka diperoleh
a
+ a.0 = a.1 + a.0 (M3)
a
+ a.0 = a.(1 + 0) (D1)
a
+ a.0 = a.1 (A3)
a
+ a.0 = a (M3)
a.0
= (-a) + a (teorema
?)
= 0 (A4)
Bukti: Bagian (b)
a + (-1)a = 1.a + (-1)a (M3)
a + (-1)a = (1 + (-1))a (D2)
a + (-1)a = 0.a (A4)
a + (-1)a = 0 (teorema ?)
(-1)a = (-a) + 0 (teorema ?)
(-1)a = -a (A3)
Bukti: Bagian (c)
Dari sifat (A4), yakni (-a) + a =
0. Maka diperoleh
-(-a) + 0 = -(-a) + ((-a) + a) (A4)
-(-a) = (-(-a) + (-a)) + a
(A3, A2)
-(-a) = 0 + a (A4)
-(-a) = a (A3)
Bukti: Bagian (d)
(-1).a
= -a (teorema
?)
(-1).(-1) = -(-1) (ambil a = -1)
= 1 (teorema?)
Teorema V:
Hasil Penting dari Sifat
Aljabar)
Misalkan a, b, c Î R sembarang.
(a) jika a ¹
0 maka 1/a ¹ 0
dan 1/(1/a) = a.
(b) jika a.b = a.c, a ¹ 0 maka b = c.
(c) jika a.b = 0 maka a = 0 atau b = 0.
Bukti: Bagian (a)
Dari sifat (M4), jika diberikan a
¹ 0 maka terdapat 1/a di R. Andaikan 1/a = 0, dari teorema ?
diperoleh a.1/a = 0. Dilain pihak dari sifat (M4) ini juga a.1/a = 1, ini mengakibatkan bahwa 0 = 1, hal ini
kontradiksi dengan (M3), yaitu 1 ¹
0.
Karenanya pengandaian 1/a = 0
salah.
Jadi haruslah 1/a ¹ 0.
Dan karena 1/a ¹ 0, serta 1/a.a = 1, maka
menurut teorema ?, a = 1/(1/a). (terbukti)
Bukti: Bagian (b)
Jika a.b = a.c, dari teorema ?, maka b =
1/a.(a.c). Akibatnya
b
= (1/a.a).c (M2)
b
= 1.c (M4)
b
= c (M3)
(terbukti)
Bukti: Bagian (c)
Jika a ¹ 0 dan a.b = 0, maka diperoleh
a.b = 0
= a.0 (teorema
?)
Jadi a.b = a.0.
karena a ¹ 0 dan a.b = a.0, maka
b = 0 (teorema
?)
Dengan cara yang sama, jika b ¹ 0 dan a.b = 0 maka
diperoleh
a.b
= 0
= 0.b (teorema ?)
karena b ¹ 0 dan a.b = 0.0, maka
a
= 0 (teorema ?)
Jadi dapat disimpulkan, jika a.b
= 0 maka
a
= 0 atau b = 0. (terbukti)
Teorema:
Tidak terdapat sebuah bilangan
rasional r sedemikian hingga r2 = 2.
Bukti:
(Dengan kontradiksi), andaikan
tidak demikian, berarti terdapat r di Q sedemikian hingga r2 = 2. r
di Q sehingga dapat ditulis dalam bentuk
p/q dimana p, q di Z dan q ¹
0, serta asumsikan p dan q tidak mempunyai faktor persekutuan selain 1. (jika p
dan q mempunyai faktor persekutuan selain 1 berarti p dan q dapat dibagi dengan
faktor sekutu tersebut tanpa mengubah nilai p/q). Akibatnya diperoleh
2
= r2
= (p/q)2
= p2/q2 atau
p2 = 2 q2
karena p2 = 2 q2 maka p2 genap. Akibatnya p
juga genap (karena jika p ganjil, misalkan
p = 2n + 1, nÎZ
maka p2 = (2n + 1)2 = 4n2 + 4n + 1 ganjil).
karena diasumsikan tidak mempunyai
faktor persekutuan selain 1 dan p genap maka haruslah q ganjil. Misalkan p = 2n, nÎZ
maka 2q2 = 4n2.
Sehingga q2 = 2n2 genap, akibatnya q genap, hal ini
terjadi pertentangan dengan q ganjil. Jadi pengandaian r adalah bilangan
rasional haruslah dingkari, yaitu tidak terdapat r di Q sedemikian r2
= 2.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar