Sabtu, 05 Agustus 2017

persamaan differensial parsial



PAPER
PERSAMAAN DIFERENSIAL PARSIAL
(FOKKER-PLANCK EQUATION)








 


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
MAULANA MALIK IBRAHIM
MALANG
2012

PERSAMAAN FOKKER-PLANCK





Brownion Motion Persamaan Fokker-Planck
 (Kolmogorof Maju)
Asumsi proses Fokker-Planck
1.     
2.     
3.      Distribusi probabilitas partikel saat  didefinisikan
Deret Taylor                       



Substitusikan deret taylor pada persamaan (1), sehingga
untuk 
asumsikan 
1.     
2.     

untuk  maka
Sehingga,
                             
Misalkan
Maka persamaan (2) menjadi:
 












BAB I
PDP ORDE SATU DENGAN NILAI AWAL UNTUK PERSAMAAN FOKKER-PLANCK

*        Solusi PDP Orde Satu Linier
Untuk PDP orde satu, maka diasumsikan , sehingga
                                                  
Selesaikan persamaan (1)

Step 1 (cek kurva karakteristik)

Step 2 (integralkan)
                           
                                              

Step 3 (asumsikan Laminer)

Step 4 (gabungkan step 2 dan 3)
dengan nilai awal
maka solusi umumnya adalah





Simulasi jika , maka
Sehingga

*        PDP Orde Satu Quoasi Linier
karena Quoasi, maka disumsikan , sehingga persamaan tersebut menjadi:

Misalkan , maka
initial value = , maka

Step 1 (cek kurva karakteristik)
Hasil integral (*)
                   
                                                  

Step 2 (lihat nilai awal ) (**)
 Gabung (*) dan (**)
 maka
Solusi umum untuk masalah nilai awal
artinya

Step 3 (waktu patah)
karena
Maka jika  diskontinu atau break di

Gambar 2
Gerakan Gelombang










*        Solusi PDP Orde Satu Non Linier
Diasumsikan ,sehingga persamaan tersbut menjadi
Konstruksi Persamaan Monge Cone
pandang persamaan (1), misalkan
Maka,



Ingat bahwa
maka
, sehingga
Jadi, 
Sehingga persamaan monge cone adalah
Solusi Nilai Awal PDP Orde Satu Non Linier
 Diberikan PDP dan nilai awal
Step 1: 
Step 2 (cek kurva karakteristik)
Step 3 (solusi umum melalui titik awal)
maka bersama dengan nilai awal













Chapter III
Second Order PDE and Classification

1.    Bentuk Kanonik
Dari persamaan Fokker-Planck diatas dapat diketahui bahwa tidak ada  sehingga , maka persamaan tersebut tidak mempunyai bentuk kanonik karena diskriminannya adalah nol, yaitu

2.    Metode Pemisahan Variabel

Nilai awal :
Nilai batas :

Pilih  maka
Masalah : Bagaimana solusi masalah nilai batas?
, misalkan  maka
 dan misalkan  dimana  adalah solusi.

Step 1 : Substitusi permisalan diatas
Akibatnya
Dengan pemisahan variabel, maka diperoleh:

Misal :
Step 2 : Solusi untuk
Dengan menggunakan rumus abc maka diperoleh:
Kasus 1 : jika
artinya akar-akarnya real dan berbeda, maka solusi umumnya adalah
Subtitusi nilai batas
artinya:
Kesimpulan :
Tidak ada solusi karena




Kasus 2 : jika
Artinya akar-akarnya real dan berbeda, maka solusi umumnya adalah
Subtitusi nilai batas
Artinya:
Kesimpulan:
Tidak ada solusi karena

Kasus 3 : jika
Artinya akar-akarnya komplek dan berbeda, maka solusi umumnya adalah
Subtitusi nilai batas
Artinya,
Jika
Jadi solusi umum untuk adalah
Text Box:
Catatan:
: konstanta tak nol
                  : batas kiri sistem sepanjang  sumbu x
                   : konstanta
kesimpulan solusi umum di X
Text Box:
Step 3 : solusi untuk
Solusi
Sehingga


Rounded Rectangle:
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar